Sunday, February 26, 2012

Sedikit Curahan tentang Aku dan Sains

Ini hanyalah curahan tentang apa yang ingin kuluapkan. Tentang sains, dan tentang keindahan yang dikandungnya. Entah mengapa rasanya aku ingin sekali menulis ini. Aku bukanlah seorang ahli sains, bukan professor yang sudah luas kandungan ilmu pada bidang yang digelutinya, dan aku bukanlah siapa-siapa. Hanyalah seorang yang cinta dan mungkin kagum dengan keindahan dan kecantikannya.

Untuk yang membaca tulisan ini, maaf sekali jika ketika membahas tentang sains, ternyata aku lebih condong pada fisika. Karena fisika inilah yang saat ini mungkin menjadi bagian dari hidupku.

Sains dan khususnya fisika bukanlah hukum alam. Melainkan hanyalah upaya manusia untuk menemukan keteraturan-keteraturan yang ada di alam. Kata-kata ini sebenarnya bukanlah dariku, tetapi aku hanya mengulangi dari apa yang telah disampaikan oleh seorang yang aku segani, Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, salah seorang dosen fisikaku, yang mungkin juga tidak persis sama dengan apa yang telah beliau ucapkan. Segala macam teori-teori manusia dengan kandungan rumus-rumusnya di dalam dunia sains ini bukanlah suatu kebenaran yang mutlak. Apakah hukum alam ini mengatakan F=m.a, E=mc2, atau elektron di dalam atom menempati energi secara diskrit? Bukan! Alam tak pernah berkata seperti itu. Semua ini hanyalah hukum, teori, rumusan dari mereka yang merumuskannya. Hukum alam yang sesungguhnya hanya Allahlah yang tahu. Allah yang mengetahui segala-galanya. Semua yang tampak dan yang tersembunyi. Allah lah, Dzat yang maha tahu. Manusia hanya sedikit sekali mengetahui. Maka bagiku, adalah sebuah kesalahan besar, jika memegang teori-teori ini sebagai suatu kebenaran hakiki, mutlak, apalagi jika digunakan untuk menyangkal sesuatu yang belum bisa dimengerti oleh logikanya, oleh teori-teori yang ditancapkan di otaknya. Manusia bukanlah siapa-siapa. Teori sangat mungkin untuk dipatahkan dan bahkan gugur. Pendapat-pendapat dari Aristoteles yang mampu bertahan hingga sekitar 2000 tahun lamanya, sekarang mungkin sudah menjadi suatu hal yang aneh di telinga kita. Semua yang ada di alam hanya tersusun atas empat elemen, tanah, air, api, udara, sedangkan benda-benda langit tersusun atas eter. Begitu mungkin orang-orang dahulu mempercayainya. Sedangkan sekarang, mengatakan itu mungkin tidak membawa kita ke alam sains, tapi lebih dekat ke film avatar. Begitulah, sebagaimana teori-teori yang berkembang dan diakui saat inipun begitu menakjubkan dan mengagumkan. Bagiku memang begitu mengagumkan. Aneh, bahkan sulit dinalar.

Lalu, dari manakah aku mencintai sains? Jawabannya adalah dari keindahan teorinya, hal-hal hebat yang ada di dalamnya, bahasa matematis yang unik, dan cara berfikir para ilmuwan yang aku sendiri saat ini belum sampai ke sana. Sangat berbeda sains dipahami sebagai suatu mata pelajaran yang harus dituntaskan untuk bekal menghadapi ujian nasional dengan sains dipahami sebagai sarana untuk mencari keteraturan-keteraturan yang ada di alam ini. Begitu hebatnya Allah, yang mencipta alam ini, hingga di tiap detailnya terdapat keteraturan. Dan Dia yang terus menjaga hingga semua ini tetap seimbang. Bumi yang kita tempati, dan alam ini, bukankah sangat mudah menelan kita? Benda-benda angkasa sana bukankah juga mudah menghantam kita dan menjadikan kita mati jikalau Ia kehendaki. Tetapi kita ditempatkan di bumi yang sudah dijaga keseimbangannya, hingga kita bisa tenang berdiri di atas lempeng bumi yang sangat mudah bergeser. Begitu seimbang dan teraturnya alam ini, dan dengan sains kita mencoba membaca. Tentu saja dengan bekal otak, akal, juga ilmu yang amat kecil dibanding ilmuNya. Maka tak ada jaminan kebenaran untuk apa yang didapat dari ilmu yang sedikit ini.

Rasa terima kasihku ingin kuucapkan kepada Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, karena darinya dan atas izinNya aku mulai bisa merasakan keindahan sains dan kecintaan kepadanya. Beliau adalah salah seorang yang aku kagumi, karena kata-katanya selalu membawaku ke dalam suasana sains yang penuh dengan keindahan. Yah walaupun sering kali blank di kelas karena susahnya memahami materi yang beliau sampaikan, tapi ada keindahan yang aku temukan di dalamnya. Beliau yang terus menyemangati kami, tidak menghina kelemahan dan kelambatan kami di dalam memahami materi-materi yang disampaikannya. Ketika di dalam kelas yang ada hanyalah pandangan-pandangan kosong, aku yakin beliau mengerti, bahwa kami tengah bingung dan tidak paham. Tapi yang keluar dari mulut beliau bukanlah kata-kata “Begini saja tidak bisa!” atau “Kalian ini sudah belajar apa belum?”. Seandainya ada dosen yang bertanya seperti pertanyaan yang kedua ini, jawabannya mungkin adalah sudah, tapi bagaimana lagi, memang begitu sulitnya kami memahami materi-materi itu. Tapi yang keluar dari mulut beliau adalah lambaian senyum dan ucapan “Bertanyalah, sekecil apapun pertanyaan itu, jangan malu untuk bertanya, jangan pesimis dengan diri sendiri, kalian bisa!” Sungguh kata-kata seperti ini atau yang semakna dengan ini yang beliau ucapkan. Kemampuan otak beliau mungkin jauh di atas kemampuan otak kami, tapi beliau begitu sabarnya menuntun dan menyemangati kami untuk bisa. Darinya, sains dan terutamanya fisika, yang dulu tampak sebagai materi yang penuh dengan ranjau di sana-sini, kini mulai tampak keindahannya. Yah walaupun kesulitan itu tetap saja ada.

Tentang fisika modern, aku masih belum mengerti. Mungkin seperti seseorang yang hendak memasuki rumah dan baru menginjakkan kaki di tangga pertama dan belum tampak segala yang ada di dalam rumah itu. Tapi keindahannya sudah terasa, walaupun aku tak tahu apakah akan berhasil memasukinya dan melihat segala isinya atau aku akan jatuh dalam perjalanan. Begitulah dengan dengan fisika modern ini. Aku kagum dengan teori relativitas dan tentang kelengkungan ruang waktu yang ada di dalamnya, tentang balck hole, dimensi-dimensi di atas 3, dan masih banyak lagi.

Mungkin inilah, sedikit yang ingin kuluapkan. Maaf sekali bagi pembaca yang mungkin merasa kurang nyaman dengan tulisan ini. Karena ini mungkin lebih seperti aku menulis diary, bukan memberikan pengetahuan tertentu tentang sains yang lebih bermanfaat. Jujur tidak banyak yang aku tahu dari sains, tulisan-tulisan yang ada di blog inipun kebanyakan hanyalah salinan dari situs lain, yang aku usahakan untuk mencantumkan sumbernya atau menyertakan link langsung ke sumber tulisan itu.

9 komentar:

  1. dari science kita akan menemukan hal2 yg baru
    :D
    salam

    ReplyDelete
  2. Keren sob ilmu sain nya, walaupun ane belum paham betul hehe

    ReplyDelete
  3. setuju dg komentar no. 3..
    blogwalkingnya dong..

    ReplyDelete
  4. @Science Box : Thanks dah mampir. Salam sesama blogger sains !!!
    @Coretan Pemula : Saya juga masih sedikit pengetahuan saya tentang sains kok Sob.
    @Raflesia Id : OK deh, blogwalking :-)

    ReplyDelete
  5. Ketulusan seorang pengantar ilmu memang banyak tercermin dari sikap dan ucapa di depan anak didiknya, Pagi Gan

    ReplyDelete
  6. Koment saya Sedikit keluar dari pembahasan diatas, karena memang belum memahaminya. Saya berkunjung ingin mengajak tukaran link jika berkenan. Salam sukses slalu.

    ReplyDelete
  7. ayo segera bergabung dengan kami
    di fanspoker^^com || karna difans anda bisa mendapatkan keuntungan lebih besar
    ayo tunggu apa lagi segera di add pin bb kami 55F97BD0 || saya tunggu di add nya ya...

    ReplyDelete